Senin, 30 Januari 2012

virus hepatitis b


VIRUS HEPATITIS B (HBV)

a. Karakteristik.
Virus hepatitis B (HBV) merupakan virus DNA bercangkang ganda yang memiliki ukuran 42 nm, virus ini memiliki lpisan permukaan dan bagian inti. 





Petanda serologik pertama yang dipakai untuk mengidentifikasi
HBV adalah antigen prmukaan (HBsAg), yang positif kira-kira 2 minggu sebelum timbulnya gejala klinis dan biasanya menghilang pada masa konvelsen dini tetapi dapat pula bertahan selama 4 sampai 6 bulan. Adanya HBsAg menandakan penderita dapat menularkan HBV ke orang lain  dan menginfeksi mereka.
Petanda yang muncul berikutnya biasanya merupakan antibodi terhadap antigen “inti”, anti HBc. Antigen “inti” sendiri, HBcAg, tidak terdeteksi secara rutin di dalam serum penderita infeksi HBV, karena terletak di dalam kulit luar HBsAg. Antibodi anti-HBc dapat terdeteksi segera setelah gambaran klinis hepatitis muncul dan menetap untuk seterusnya.
Sedangkan antigen “e”, HbeAg, merupakan bagian HBV terlarut. Antigen ini muncul bersamaan atau  segera setelah HBsAg  menghilang dan menghilang beberapa minggu sebelum HBsAg  menghilang.

b. Cara Penularan.
 Cara utama penularan HBV adalah melalui parenteral dan menembus membran mukosa, terutam melalui hubungan seksual. Masa inkubasi rata-rata adalah sekitar 120 hari. HBsAg telah ditemukan pada hampir seluruh cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, antara lain: darah, semen, saliva, air mata, asites, susu ibu, kemih, bahkan feses. Setidaknya sebagian cauran tubuh ini (terutama darah, semen, dan saliva) telah terbukti dapat menular.


Sumber Pustaka:
Price at al, 1995, PATOFISIOLOGI: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, Jakarta:EGC.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar