VIRUS
HEPATITIS B (HBV)
a. Karakteristik.
Virus
hepatitis B (HBV) merupakan virus DNA bercangkang ganda yang memiliki ukuran 42
nm, virus ini memiliki lpisan permukaan dan bagian inti.
Petanda serologik pertama yang dipakai untuk mengidentifikasi
HBV adalah antigen prmukaan (HBsAg), yang positif kira-kira 2 minggu sebelum timbulnya gejala klinis dan biasanya menghilang pada masa konvelsen dini tetapi dapat pula bertahan selama 4 sampai 6 bulan. Adanya HBsAg menandakan penderita dapat menularkan HBV ke orang lain dan menginfeksi mereka.
Petanda yang muncul berikutnya biasanya merupakan antibodi terhadap
antigen “inti”, anti HBc. Antigen “inti” sendiri, HBcAg, tidak terdeteksi
secara rutin di dalam serum penderita infeksi HBV, karena terletak di dalam
kulit luar HBsAg. Antibodi anti-HBc dapat terdeteksi segera setelah gambaran
klinis hepatitis muncul dan menetap untuk seterusnya.
Sedangkan antigen “e”, HbeAg, merupakan bagian HBV terlarut. Antigen
ini muncul bersamaan atau segera setelah
HBsAg menghilang dan menghilang beberapa
minggu sebelum HBsAg menghilang.
b. Cara Penularan.
Cara utama penularan HBV adalah
melalui parenteral dan menembus membran mukosa, terutam melalui hubungan
seksual. Masa inkubasi rata-rata adalah sekitar 120 hari. HBsAg telah ditemukan
pada hampir seluruh cairan tubuh dari orang yang terinfeksi, antara lain: darah, semen, saliva, air mata, asites,
susu ibu, kemih, bahkan feses. Setidaknya sebagian cauran tubuh ini
(terutama darah, semen, dan saliva) telah terbukti dapat menular.
Sumber Pustaka:
Price at al, 1995, PATOFISIOLOGI:
Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, Jakarta :EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar